DEPRESI MEMPENGARUHI KINERJA

(Sebuah Best Practice)

  • Edi Sukamto poltekkes kemenkes kaltim

Abstract

Pendahuluan


 


Kata Depresi sudah sangat popular di telinga masyarakat kita, namun pemahaman masyarakat tentang tanda dan gejala serta upaya pencegahan dan penganan dari Depresi tersebut masih sangat rendah. Katzenstein, L. dan Cass, H. (1998, dalam Hawari, 2011) mengemukakan bahwa 1 dari 5 orang, pernah mengalami depresi dalam kehidupannya. Selain itu, ditemukan pula 5 – 15 persen dari pasien-pasien depresi melakukan bunuh diri setiap tahun dan ditemukan fakta bahwa lebih dari 70 persen pasien depresi, tidak terdiagnosa oleh dokter.


Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, dengan kelompok umur lebih atau sama dengan 15 tahun, ditemukan fakta angka prevalensi gangguan depresi secara nasional, yaitu 6,1 persen atau sebesar 11.315.500 orang, namun hanya 9 persennya, yang ditangani secara medis dan sebagian besarnya (91 persen) tidak ditangani secara medis. Pendapat Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr. Eka Viora, Sp.KJ, yang dikutip oleh Tri Apriyani dalam tulisannya yang berjudul  Indonesia Darurat Depresi Namun Minim Praktisi (Suara.com, 23 Desember 2019), menyebutkan ada sekitar 15,6 juta penduduk yang mengalami depresi di Indonesia. Angka ini diprediksi akan meningkat pada 2020 karena lonjakan demografis atau peningkatan jumlah penduduk.


Gangguan Depresi bisa terjadi pada siapa saja dan akan mempengaruhi pola  Kehidupan Efektif  Sehari-hari (KES), bahkan pada kondisi tertentu bisa berujung dengan kematian, karena perilaku bunuh diri akibat keputusasaan yang sangat mendalam tanpa ada solusi, baik dari dalam dirinya maupun dari lingkungan terdekatnya. Dalam dunia pendidikan, depresi yang terjadi pada anak sekolah dan mahasiswa, dapat terlihat dari prestasi belajarnya yang menurun. Dalam dunia kerja, karyawan yang mengalami depresi dapat tergambar dari kinerjanya yang rendah, bahkan ibu rumah tangga yang mengalami depresi dapat terdeteksi dengan adanya kegelisahan dan menurun pola KES-nya.


Dari penjelasan di atas, penulis ingin berbagi tentang Depresi dan dinamikanya serta mengangkat studi kasus yang terjadi sebagai referensi untuk deteksi dini dan upaya penanganannya. 

Published
Jun 4, 2020
How to Cite
SUKAMTO, Edi. DEPRESI MEMPENGARUHI KINERJA. MNJ (Mahakam Nursing Journal), [S.l.], v. 2, n. 7, p. 298 - 304, june 2020. ISSN 2548-6292. Available at: <http://ejournalperawat.poltekkes-kaltim.ac.id/index.php/nursing/article/view/169>. Date accessed: 09 july 2020. doi: http://dx.doi.org/10.35963/mnj.v2i7.169.
Section
Editorial